Seorang pelatih ikan paus di SeaWorld di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS) tewas setelah diserang oleh ikan asuhannya, Rabu waktu setempat (24/2). Saksi mata mengatakan, ikan paus itu meloncat dan menyambar Dawn Brancheau yang berdiri di tepi kolam dan menyeretnya ke dasar kolam.

Namun, pihak SeaWorld mengatakan, peristiwa ini adalah murni kecelakaan setelah wanita pelatih itu jatuh ke dalam air. Insiden itu terjadi di dalam Shamu Stadium.

Pengunjung dievakuasi ketika kru pemadam kebakaran mencoba menyelamatkan perempuan berusia 40 tahun itu. Tetapi mereka tidak berhasil menyadarkan perempuan itu.

Ikan paus, bernama Tilikum, ini sebelumnya pernah mengakibatkan kematian seorang pelatih di Kanada pada tahun 1991. Seekor ikan paus yang lain juga dilaporkan pernah menyerang pelatih di arena Sea World tahun 2006 dan 2004.

Kepala departemen pelatihan binatang SeaWorld, Chuck Tompkins, seperti dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan, “Dia sedang mengelus kepala ikan paus itu, dan ikan itu menariknya ke dalam kolam.”

SeaWorld mengaku sedang melakukan penyelidikan atas kematian Brancheau yang sudah 16 tahun menjadi pelatih ikan paus.

Jim Solomon, juru bicara kantor Sheriff Orange County, mengatakan penyelidikan awal menyebut pelatih itu kemungkinan tergelincir dan jatuh ke dalam kolam. Dia menegaskan masih terlalu dini apakah dia diserang oleh ikan paus seberat 5.440 kilo itu.

Namun saksi mata memberi pandangan berbeda. Victoria Biniak mengatakan kepada satu stasiun televisi setempat bahwa saat itu pelatih ikan paus tersebut baru selesai menjelaskan kepada penonton atraksi yang akan dilihat.

Biniak menjelaskan bahwa ikan paus itu menjauh dengan cepat dan kembali ke tempat pelatih, meloncat, dan menyerang pinggang pelatih. Lalu ikan itu mengoyak tubuh si pelatih dengan buas. ”Kami kemudian hanya melihat sepatunya mengambang,” ungkapnya. Seorang laki-laki yang menyaksikan tragedi itu memberikan kesaksian yang mirip kepada televisi CNN.

Taman hiburan, yang dikenal dengan pertunjukan paus pembunuh, anjing laut dan lumba-lumba, ini ditutup setelah insiden tersebut. SeaWorld di San Diego juga membatalkan pertunjukan paus pemburu. Paus pembunuh, yang dikenal dengan nama Tilikum, sebelumnya dilaporkan melakukan sejumlah serangan terhadap pelatih, seperti dikatakan wartawan BBC di Florida, Andy Gallacher. Salah satunya adalah kematian seorang pelatih pada 1991 ketika Tilikum tampil di British Columbia, Kanada.

Setelah paus bernama Telly ini dijual ke SeaWorld Orlando, dia juga terlibat dalam kecelakaan ketika pihak berwenang menemukan pria telanjang berbaring di punggungnya pada 1991. Pegawai SeaWorld menyimpulkan laki-laki itu masuk ke dalam SeaWorld setelah tutup atau bersembunyi di dalam taman sampai ditutup, kemungkinan tenggelam setelah menderita karena kedinginan.

Insiden lain yang melibatkan paus terjadi di SeaWorld. November 2006, pelatih Kenneth Peters digigit dan berpegangan pada paus pemburu betina dalam pertunjukan di SeaWorld San Diego. Dia berhasil melepaskan diri namun kakinya patah.

Di 2004, ikan paus di Taman hiburan San Antonio mencoba menggigit pelatih, tetapi pelatih bisa meloloskan diri. Meski dikenal sebagai paus pembunuh, jenis Orcinus orca, ikan ini termasuk golongan lumba-lumba. Sejak lama Kelompok yang memperjuangkan hak binatang mengatakan agar SeaWorld berhenti mengambil hewan liar.

Paus Pembunuh:

* Paus pembunuh (Orcinus orca) adalah spesies terbesar dalam keluarga lumba lumba

* Dikenal dengan nama orca, habitatnya di seluruh lautan dunia mulai dari Kutub Utara, Kutub Selatan hingga lautan tropis

* Buruan utama bisa berupa: salmon, singa laut, anjing laut atau hingga paus besar

* Dianggap terancam punah karena polusi yang menyebabkan makanannya berkurang dan habitatnya hilang

* Meski memiliki reputasi buas, ikan ini tidak sering menyerang manusia.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3480655

Iklan