Category: UFO/Alien


UFO di atas Danau Erie?

Euclid, Ohio – Apakah ada sesuatu yang misterius di atas Danau Erie di Ohio? Seorang warga lokal mengaku kalau ia telah menyaksikan UFO dan ia percaya kalau itu adalah bukti bahwa kita tidak sendiriandi alam semesta ini.

“Jelas, tidak ada satupun benda yang kita miliki di dunia ini mirip dengan objek itu.” Kata Eugene Erlikh.

Eugene mengatakan kalau cahaya aneh itu muncul di luar rumahnya di Euclid selama lima malam. “Benar-benar cahaya warna-warni yang brilian, pertama merah, lalu kuning, hijau, biru. Warnanya selalu berubah-ubah, seperti sebuah denyutan yang terus menerus”

Benda terbang tak dikenal itu masih belum bisa diidentifikasi. Tidak ada satu orangpun yang tahu benda apa itu.

Ini bukan untuk pertama kalinya seseorang menyaksikan sesuatu yang aneh di atas langit Cleveland. Pada tahun 2007, sekelompok warga mengatakan kalau mereka melihat sesuatu yang dipercaya sebagai UFO di atas Key Tower. Dan menurut laporan dari National UFO Reporting Center, Di Cleveland, memang banyak laporan penampakan lainnya di masa lalu.


Carla Jackson, seorang yang tidak mempercayai adanya UFO menganggap cahaya itu hanya sebuah tipuan. “Itu pasti trik kamera, untuk mempercayainya, aku harus berada di sana untuk menyaksikannya sendiri.”

Namun Erlikh bertanya-tanya,”Mengapa cahaya itu ada di sana? Mengapa mereka selalu kembali pada waktu yang sama dan di area yang sama? Sepertinya tidak ada alasan yang pasti.

Selain penampakan ini, penjaga pantai dan pihak kepolisian belum menerima laporan adanya penampakan dari warga lain.

Selain beberapa foto, Erlikh juga mengambil rekaman videonya. Kalian bisa melihat videonya dengan masuk ke sumber aslinya yang linknya saya taruh di bawah tulisan.

Oh ya, Saya tidak melihat adanya sentuhan photoshop di foto-foto di atas. Tapi ada satu masalah, yaitu saya tidak bisa melihat objeknya! Where is it?

sumber : http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/03/seorang-pria-ohio-mengaku-mendapatkan.html

Apabila dengungan bumi yang paling dikenal adalah Taos Hum, maka cahaya bumi yang paling terkenal adalah yang berasal dari wilayah Marfa di Texas, yang kadang disebut Marfa’s Light atau cahaya Marfa. Jadi tulisan ini akan lebih memfokuskan pada cahaya marfa.

Selain di Marfa, fenomena serupa juga terjadi beberapa bagian dunia lainnya. Ada Brown Mountain Lights di North Carolina, Hessdalen Light di Norwegia, Paulding Light di Michigan dan Min min light di Australia.

Dari antara semua fenomena tersebut, Cahaya Marfa adalah penampakan yang pertama kali dilaporkan.

Sejarah Cahaya Marfa
Pada tahun 1957, satu artikel di sebuah majalah menceritakan adanya fenomena misterius berupa penampakan bola cahaya aneh pada malam hari di dekat wilayah Marfa, Texas. Ukurannya sebesar bola basket dan terlihat mengapung setinggi bahu ke atas.


Kadang bola cahaya ini terlihat berjumlah lebih dari satu. Beberapa saksi bahkan menyaksikan bola cahaya ini membelah dan bertambah banyak. Biasanya bola-bola cahaya ini berwarna putih, merah, kuning, atau oranye dan bergerak naik turun.

Walaupun fenomena ini pertama kali dipublikasikan pada tahun itu, laporan yang lebih awal bisa ditemukan lewat cerita mulut ke mulut sejak puluhan tahun sebelumnya.

Pada tahun 1883, Seorang penduduk Texas bernama Robert Ellison sedang berkemah di sebelah barat Paisano Pass, Texas. Tak lama kemudian ia mulai menyaksikan cahaya-cahaya aneh berbentuk bola di kejauhan.

Pada mulanya ia mengira kalau cahaya itu adalah sinyal dari suku Indian Apache. Namun setelah memandangnya selama beberapa saat, ia menyadari bahwa cahaya itu bukan seperti yang dipikirkannya. Selama beberapa saat, Ellison melihat bola cahaya aneh itu menari-menari dengan liar di atas permukaan tanah. Penasaran, ia pulang ke rumah dan menceritakan penampakan itu kepada teman-temannya.

Salah seorang dari teman Ellison kemudian mengatakan kepadanya bahwa cahaya itu memang sering terlihat di tempat itu dan tidak ada seorangpun yang tahu darimana asalnya.

Setelah publikasi tahun 1957 mengenai fenomena ini, penampakan bola cahaya tersebut menjadi hal yang sangat biasa di wilayah itu. Para penduduk dapat melihat cahaya Marfa muncul hampir setiap malam.

Mereka yang ingin tahu kemudian mencoba menyelidiki sumber bola cahaya tersebut. Namun mereka tidak menemukan apapun. Tidak ada bangunan, api unggun, aktifitas manusia atau deposit mineral yang mencurigakan.

Saking umumnya fenomena ini, di wilayah Marfa, bahkan disediakan satu tempat dimana para turis dapat melihat cahaya tersebut dengan jelas, yaitu di sisi selatan Highway 90, sekitar 8 mil timur Marfa. Para pemburu cahaya dapat memarkir mobil mereka disitu dan melihat ke arah puncak Chinati. Dan disinilah umumnya mereka bisa melihat bola-bola cahaya aneh menari-nari di udara.

Darimanakah cahaya misterius itu berasal ?

Baca lebih lanjut

Lubang hitam atau Black Hole adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar.
Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya.
Misteri lubang hitam yg bertebaran di jagad raya dapat dikatakan hampir mirip dengan konserp rentetan kejadian-kejadian aneh yg terjadi di kawasan Segitiga Bermuda.
Tp berbeda dg kasus-kasus di Segitiga Bermuda yg rata-rata menelan kapal laut maupun pesawat terbang, black hole dapat berukuran lbh besar dari matahari dan mampu menarik dan
menelan apa saja yg berada di dekat nya termasuk planet-planet.Bahkan partikel cahaya pun tidak mampu untuk meloloskan diri dari tarikan gravitasi black hole yg super dashyat.
Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali.

Proses Terbentuknya Black Hole
Teori lubang hitam dikemukakan lebih dr 200 tahun yg lalu.Pada 1783, ilmuwan John Mitchell mencetuskan teori mengenai kemungkinan wujud nya sebuah lubang hitam setelah beliau meneliti dan mengkaji teori gravitas Isaac Newton.
Beliau berpendapat, jika objek yg dilemparkan tegak lurus ke atas, maka ia akan terlepas dr pengaruh gravitasi Bumi setelah mencapai kecepatan lebih dr 11 km/s, maka tentu ada planet atau bintang lain yg memiliki gravitasi lebih besar daripada Bumi.
Baca lebih lanjut

Benda Terbang Aneh (disingkat BETA; identik dengan makna dari istilah bahasa Inggris: Unidentified Flying Object disingkat UFO) atau sering kali disebut sebagai benda terbang tak dikenal adalah istilah yang digunakan untuk seluruh fenomena penampakan benda terbang yang tidak bisa diidentikasikan oleh pengamat dan tetap tidak teridentifikasi walaupun telah diselidiki. Istilah BETA diperkenalkan oleh Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) era 1960-an RJ Salatun untuk fenomena ini [1]. Istilah lain yang digunakan adalah “piring terbang” (bahasa Inggris: flying saucer) dan pertama kali digunakan wartawan untuk menggambarkan benda terbang misterius yang dilihat oleh Kenneth Arnold, yaitu sembilan obyek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, pegunungan Cascade, Washington.[2] Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Juni 1947. Sejak saat itu, istilah “Piring Terbang” mempengaruhi imajinasi banyak orang.[3]

Istilah lain yang juga sempat diperkenalkan adalah BETEBEDI (Benda Terbang Belum Dikenal) yang dikemukakan oleh seorang akuntan publik dari Bandung yang bernama C.M. Tanadi yang pada tahun 80-an banyak menerbitkan buku terjemahan tentang fenomena ini dan majalah yang bernama Betebedi.

Penggunaan istilah “UFO” sebagai penampakan fenomena misterius pertama kali disarankan pada tahun 1952 oleh Kapten Edward J. Ruppelt, pemimpin pertama Proyek Buku Biru. Penggunaan istilah “Piring Terbang” tidak mencerminkan penampakan yang berbeda-beda. Ruppelt mengatakan bahwa istilah “UFO” mesti dilafalkan seperti kata “you-foe” (kau musuh). Bagaimana pun juga, istilah tersebut biasanya dilafalkan dengan menyebut hurufnya satu persatu: “U. F. O.”. Istilah asing ini dengan cepat diadaptasi oleh Angkatan Udara, yang juga langsung menggunakan istilah “UFOB” sekitar tahun 1954. Ruppelt menceritakan pengalamannya dengan Proyek Buku Biru dalam catatannya, “The Report on Unidentified Flying Objects” (laporan mengenai objek terbang tak dikenal) (1956), juga merupakan buku pertama yang menggunakan istilah UFO.[4]

Baca lebih lanjut