Tag Archive: hantu


Kisah pulau ini sungguh misterius. Orang sekitar mengatakan pulau ini angker dan berhantu. Tidak ada yang tahu jelas bagaimana sejarah penduduk pulau ini, namun yang pasti pulau ini dipenuhi boneka-boneka yang dimutilasi. Wujudnya pun jadi menyeramkan. Pernah nonton film boneka setan “Chaky Dolls”, nah kira-kira seperti itulah mengesankan suasana horror.

https://i0.wp.com/www.dormiu.com.br/wp-content/uploads/2009/11/island-of-dolls-mexico-01.jpg

Pulau angker ini terletak di sebuah kanal di  selatan Mexico City. Orang Spanyol menyebutnya, “La Isla de la Munecas”. Cerita-cerita yang berkembang tentang pulau ini berbau mistik dan takhayul. Anehnya itu justru menarik orang datang ke sana.

Unik dan menyeramkan! Itulah kesan setiap pengunjung yang datang ke sana. Hampir semua pohon yang tumbuh di sana digantungi boneka-boneka yang tidak utuh lagi. Sejumlah wisatawan melaporkan, mereka merasa tidak nyaman ketika berkunjung ke sana. Seolah-olah ada mata yang selalu mengawasi ke mana pun mereka bergerak. Bulu kuduk bolak-balik merinding.

https://i1.wp.com/alteredbits.com/images/photos/isla1.jpg

Baca lebih lanjut

Memang unik, ditakuti tapi juga dicari. Begitulah gambaran tentang 10 tempat paling berhantu dan paling menakutkan di dunia. Banyak orang yang ketakutan bila bicara tentang hantu, tapi banyak juga yang penasaran dan datang berkunjung. Sampai sampai agen perjalanan menjual paket “Wisata Hantu”. Tempat mana saja yang paling menakutkan di dunia, berikut lokasinya juga cerita yang melatarbelakangi misteri tempat ini.

1. Catacombs, Paris, France.

Pada masa lalu, ketika pemerintah memutuskan untuk menyediakan tempat yang lebih luas bagi manusia hidup, maka salah satu pilihannya adalah menggusur tempat-tempat pemakaman. Alternatif ini dipilih karena bila menggusur tempat pemukiman illegal, bakal menimbulkan protes besar dari penduduknya. Sementara menggusur orang mati, protes dinilai lebih kecil. Paling hanya para ahli waris yang keberatan. Maka jadilah para ahli perencanaan kota membuat perencanaan memindahkan tulang belulang warga Paris yang jumlahnya jutaan. Agar tidak menimbulkan gejolak, pemindahan dilakukan secara diam-diam. Kemana dipindahkannya? Inilah yang jadi catatan sejarah. Ternyata tulang belulang itu ditempel di sepanjang lorong dinding kota bawah tanah. Kota bawah tanah itu disebut City of Light. Sampai sekarang kota bawah tanah yang mengerikan itu masih ada dan popular dengan sebutan Empire of the Dead.

The Paris Catacombs merupakan gambaran kekejian pemerintah pada masa itu dan menjadi catatan sejarah dunia sepanjang masa. Uniknya, kini tempat itu menjadi lokasi wisata yang paling banyak dikunjungi. Setiap tahun sejuta orang datang ke tempat itu untuk melihat lihat pemandangan mengerikan di mana tengkorak-tengkorak manusia, tulang belulang menempel di dinding yang gelap dan lembab. Para wisatawan ini tentunya dipandu oleh guide yang akan menjelaskan tentang seluk beluk sejarah tempat itu.

Dan, namanya tempat pekuburan masal, tentu saja banyak cerita hantu yg berhembus dari sana. Sejumlah wisatawan maupun pemandu bercerita kalau saat kunjungan mereka pun bertemu dengan hantu-hantu yang kebetulan tengah berkeliaran. Mereka adalah roh penduduk paris masa lalu, yang tak jarang mengikuti rombongan wisata ini. Beberapa dari wisatawan malah ada yg berhasil merekam hantu-hantu itu, meski sebelumnya tak menyadari. Meski menakutkan, namun tetap saja banyak wisatawan yang penasaran datang ke mari.

Banyak laporan yang masuk bahwa banyak wisatawan yang nekad datang sendiri, tanpa rombongan, akhirnya hilang alias tidak pernah muncul kembali.

2. Hantu-hantu New Orleans, Louisiana. Kota ini terkenal sebagai kota paling berhantu di seluruh amerika.

Penduduk setempat, paranormal juga pengunjung sepakat bahwa New Orleans adalah tempat paling berhantu di Amerika. Konon, ini semua terjadi karena sejarah masa lalu kota ini yang menjadi tempat kegiatan voodoo, pembunuhan dan kutukan. Legenda ini telah ada sejak 200 tahun lalu. Ini kemudian diperparah dengan meletusnya perang saudara yang paling keji dengan pembunuhan-pembunuhan keji. Penduduk setempat menyebut, konsentrasi tempat paling berhantu di New Orleans ada di bagian tengah di mana kini menjadi pusat bisnis, juga di rumah rumah penduduk.

Legenda yang hidup di masyarakat hantu yang paling terkenal menghantui New Orleans adalah hantu Ratu Voodoo, Marie Laveau. Katanya, hantu Marie ini sering menampakkan diri berjalan-jalan memakai gaun merah dengan kepala yang dililit sorban putih tujuh lapis. Sambil berjalan, konon, hantu itu mengeluarkan bunyi-bunyian semacam kutukan voodoo. Begitu kerasnya bunyi-bunyian sampai-sampai orang yang berada di sekitar sana dapat mendengar. Tapi hantu itu paling sering terlihat di sekitar pekuburan St Louis Cemetery. Banyak wisatawan datang ke pekuburan itu hanya untuk mengantarkan sesajen seperti boneka voodoo, bunga, lilin, hingga binatang-binatang kurban seperti monyet dan ayam. Harapan mereka, dapat memperoleh berkah dan kekuatan supranatura dari kuburan itu.

Hantu terkenal lainnya dari New Orleans yang juga melegenda adalah Laularie House, di mana konon dulunya menjadi tempat tinggal Delphine LaLaurie dan suami ketiganya. Rumah itu berada di 1140 Royal Street telah berdiri sejak 1830-an. Konon, di rumah itu kerap terjadi penyiksaan terhadap para pembantu. Dan laporan penduduk setempat, mereka sering mendengar jeritan kesakitan orang yang disiksa,tangisan-tangisan, bahkan mereka pernah melihat seperti ada yg membanting pintu dan lari keluar. Mungkin itu adalah roh-roh yang mati tak wajar karena penyiksaan. Beberapa melaporkan, pernah melihat ada orang yang mengintip dari jendela-jendela rumah hantu itu.

New Orleans adalah salah satu kota tertua yang memiliki banyak ‘wajah’ di Amerika. Dari sanalah banyak cerita-cerita menyeramkan muncul. Kengerian dan kekejian pristiwa-peristiwa yang terjadi di sana seolah menjadi bayang bayang kelabu dari kota yang pernah dilanda badai besar, sampai hari ini. Belum lagi cerita hantu kucing dan anjing yang kerap menampakkan diri pada penduduk sekitar.

Beberapa pemandu tur wisata hantu mengatakan, hantu kucing maupun anjing merupakan penjaga kuburan yang dulunya memang sengaja di pelihara untuk menjaga kuburan. Itu hanya sebagian kecil kisah-kisah hantu yang menjadi catatan penduduk setempat. Masih banyak lagi kisah menakutkan lain. Itu sebabnya New Orleans dijuluki kota paling berhantu di Amerika.

Baca lebih lanjut

Nyai Loro Kidul

Ratu Kidul mungkin menjadi ikon mistis paling populer di Indonesia. Penduduk sekitar Pantai Pelabuhan Ratu menyembahnya setiap tanggal 6 April, dan The Samudera Beach Hotel punya kamar 308 untuk Ratu Pantai Selatan ini. Ia selalu diasosiasikan dengan bunga Melati, Sedap Malam, dan warna hijau. Menurut Honga, Professional Gypsy Card Reader yang kerap “berkomunikasi” dengannya, sang Ratu memiliki rambut panjang dan lurus (kadang dijadikan sanggul), kulit bening dan bersinar, serta kecantikan yang luar biasa. “Setiap kali ia akan datang, rumah saya langsung semerbak harum bunga Melati” ujarnya.

The Brown Lady

Kastil Raynham Hall di Norfolk, Inggris pernah ditinggali oleh Charles dan Dorothy Townsend. Konon, Charles memergoki sang istri berselingkuh dan menguncinya di sebuah sudut rumah hingga ajal menjemput. Pada tahun 1800, King George IV melihat wanita bergaun cokelat berdiri di sisi temapt tidurnya. Tahun 1835, The Brown Lady ini kembali dilihat oleh Captain Frederyk Marryat, berjalan membwa lampu minyak dan melempar senyuman pada sang Captain. Akhirnya, dua fotografe ditugaskan untuk memotret Kastil terkenal ini untuk majalah Country Life. Begini ujar Indre Shira, salah satu fotografer tersebut: “Saya berdiri di belakang kamera dengan lampu flash di tangan, menatap lurus ke atas tangga. Tiba-tiba saya melihat sosok berkerudung melangkah turun, dan saya memanggil rekan saya dengan kencang, “Cepat, cepat, di sana ada sesuatu!”. Saya buru-buru menekan lampu flashdan partner saya berkata, “Tidak ada apa-apa kok…” Tapi setelah foto tersebut dicetak…

Baca lebih lanjut

Peti Mati yang Berpindah

Sebuah fenomena berbau supranatural yang tak terpecahkan pernah terjadi di Pulau Barbados. Tentang peti mati yang senantiasa bergerak di sebuah kuburan keluarga. Apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah aktivitas arwah penasaran atau anomali alam?
Kisah misteri yang tercatat dalam sejarah ini terjadi kira-kira dua abad lampau, namun peninggalannya masih terlihat utuh hingga tahun ini. Peristiwanya sempat menggegerkan penduduk Barbados di Kepulauan Karibia, Samudera Atlantik. Memancing campur tangan gubernur setempat dan penulis novel detektif, petualangan dan misteri terkenal Sir Arthur Conan Doyle.

Kejadian berawal dari sebuah distrik Christ Church dekat Kota Oistins di ujung selatan Pulau Barbados. Keluarga Walronds, sebuah keluarga petani/pekebun tebu yang makmur, membangun sebuah area makam keluarga. Seorang anggota keluarga tersebut James Elliot membangun makam itu dari susunan pahatan batu sedemikian rupa dengan pintu penutup yang terbuat dari marmer pualam terpilih. Makam demikian kokoh dan bagus, sehingga lebih mirip miniatur benteng.

Makam batu itu pernah ditandai dengan tulisan “Yang Mulia James Elliot, Esq, meninggal pada 14 Mei 1724, putra Yang Mulia Richard Elliot, Esq dan suami dari Elizabeth, putri Yang Mulia Thomas Walronds, Esq”. Namun tidak diketahui persis apakah Elliot memang benar dikubur di sana, sebab tidak ada bekas jasad atau peti matinya.

Makam batu di bawah tanah itu ditemukan kosong pada 31 Juli 1807, saat jenazah Mrs Thomasina Goddard (salah satu keluarga Walronds) dimakamkan di sana.

Kejadian Aneh
Namun entah mengapa, setahun kemudian (1808), makam batu tersebut diambil alih oleh keluarga Chase, seorang petani yang memiliki banyak budak. Makam tersebut diklaim sebagai miliki mereka. Salah satu pemiliknya adalah Kolonel Thomas Chase, seorang tuan kebun yang dikenal kejam pada budak-budaknya.

Makam itu digunakan keluarga Chase pertama kali untuk memakamkam Mary Anna Maria Chase, putri usia 2 tahun yang meninggal dunia dan dimakamkam pada 22 Februari 1808. Jenazah ditempatkan pada peti mati berbasis timah.

Lalu jenazah Dorcas Chase, putri tertua Thomas, juga ditempatkan dalam peti mati terbuat dari timah dikuburkan di makam tersebut pada 6 Juli 1812. Isu beredar, Dorcas menderita stres dan mogok makan hingga tewas (bunuh diri), sebagai tindakan protes pada perlakuan ayahnya yang kejam.

Sebulan setelah itu, Kolonel Thomas Chase pun meninggal dunia. Jenazahnya ditempatkan dalam peti mati kayu berlapis logam. Pada 9 Agustus 1812 keluarga Chase segera menyiapkan makam yang sama untuk sang ayah. Namun saat pintu kubur dibuka, mereka terkejut luar biasa. Kedua peti jenazah kedua anak perempuan itu sudah berubah posisi. Tadinya diletakkan secara horisontal, kini menjadi vertikal dengan bagian kepala menghadap ke bawah. Sementara di sekitar area pemakaman tidak terlihat bekas-bekas dibuka paksa atau jejak manusia.

Dengan terheran-heran, kedua peti jenazah kembali dirapikan. Peti jenazah Thomas Chase ditempatkan bersisian dengan peti jenazah kedua putrinya. Lalu pintu batu pualam ditutup kembali.

Empat tahun kemudian, pada 25 September 1816, makam kembali dibuka untuk pemakaman Samuel Brewster Ames, seorang anggota keluarga Chase termuda usia 11 bulan. Ternyata susunan ketiga peti jenazah di dalam makam batu itu sudah berubah lagi. Peti jenazah Thomas, yang paling tidak harus diangkat delapan lelaki dewasa, tampak tersandar di dinding dalam makam, kedua peti lagi menyilang tak menentu. Begitu pun peti-peti itu kembali disusun seperti sediakala.

Kejadian demi kejadian di makam keluarga ini mengejutkan semua orang. Pada 17 Juli 1819, jenazah Thomassina Clarke, akan dimakamkan di kubur batu itu. Sementara isu sudah beredar mengenai keanehan yang terjadi di sana. Kali ini banyak orang yang berkerumun ingin tahu. Ketika pintu makam dibuka, kejadian itu kembali terulang. Peti-peti jenazah di dalam makam sudah berpindah tempat dalam keadaan yang berantakan.

Peristiwa yang terjadi berkali-kali itu menghebohkan distrik Christ Church. Kabar tak sedap tersiar bahwa jenazah keluarga Chase tak diterima bumi, atau tentang kutukan yang menimpa, sampai soal arwah-arwah yang murka!
Baca lebih lanjut

Dipermulaan Agustus 1971, seorang wanita Spanyol, Maria Gomez Pereira merasa mendapati beberapa peristiwa ganjil di kediamannya.

Dikisahkan olehnya,tepatnya mulai tanggal 23 Agustus 1971,beberapa citra/gambaran raut wajah seorang laki-laki secara spontan muncul di lantai keramik dapurnya, ingat, hanya kepalanya saja, tanpa badan dan organ2 lainnya.

Yang lebih menyeramkan lagi, raut-raut wajah misterius itu selalu mengikuti mood dari sang pemilik rumah,jika Nyonya Maria Gomez sedang gembira raut wajah mereka terlihat sumringah,begitu pula sebaliknya.

Fenomena menyeramkan tersebut kurang lebih menghantui dirinya selama satu minggu lamanya,sebelum akhirnya ia berniat menyewa beberapa pekerja bangunan untuk membongkar beberapa lantai keramik dapur.

Sebelumnya, fenomena misterius dikediaman Nyonya Maria Gomez telah banyak diketahui oleh beberapa warga sekitar dan dengan cepat tersebar luas hampir keseluruh negeri karena beberapa media masa maupun elektronik pada saat itu selalu memuat fenomena misterius tersebut sebagai topik utamanya.

Jika kita flash back ,memang kediaman yang ditempati oleh Maria Gomez dulunya merupakan bekas sebuah tanah pekuburan. Hal itu baru diketahui setelah beberapa pengkaji dari para ahli-ahli supranatural yang melakukan investigasi singkat disana, serta beberapa oknum peneliti yang turut serta melakukan penggalian mendapati beberapa tulang belulang manusia terkubur tepat dibawah lantai keramik dapur rumah.

Uniknya,setelah lantai keramik dapur diganti dengan yang baru serta beberapa tulang belulang manusia telah diangkat dan kemudian dikuburkan ditempat lain, fenomena itu masih saja muncul. Dua minggu setelah pembongkaran,dua raut wajah manusia kembali muncul di lantai baru, kali ini lengakap dengan gambaran anggota tubuh mereka, lalu secara berturut-turut raut wajah lainnya selalu bermunculan silih berganti setiap harinya. Nyonya Maria Gomez yang sudah terlanjur ketakuatan setangah mati akhirnya memutuskan untuk menjual rumahnya yang menyeramkan. Kini, status dari rumah tersebut menjadi kepemilikan pemerintahan setempat dan dijadikan sebagai salah satu obyek pariwisata yang cukup unik disana.
Beberapa pengunjung yang datang juga kerap melihat penampakan mereka, lengkap dengan berbagai ekspresi wajah yang mereka tampilkan.

Ada suatu penelitian unik yang dilakukan oleh beberapa praktisi,yaitu dengan menempatkan sebuah kamera video yang sengaja ditinggalkan di tempat itu selama satu hari penuh. Dari hasil yang didapat ,mereka cukup terkejut karena raut-raut wajah itu ternyata dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya, hal itu terbukti ketika pita rekaman diputar terdengar semacam suara percakapan lirih yang keluar dari arah-arah mereka. Sejauh ini,dari hasil penelitian oleh ahli Kimia yang menguji sampel dari struktur penyusun lantai,memang benar tidak ditemukan bukti cat atau pewarna yang kemungkinan besar menyebabkan pembentukan raut-raut wajah tersebut.Hingga saat ini belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana fenomena-fenomena itu bisa terbentuk.

sumber : http://misteridunia.wordpress.com/2008/09/24/the-faces-of-belmez/

Rumah Hantu AmityVille

Pada Desember 1975, George dan Kathleen serta anak-anak mereka pindah ke sebuah rumah di 112 Ocean Avenue, sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda di Amityville, sebuah lingkungan di pinggiran kota di selatan Long Island, New York.

Tigabelas bulan sebelum keluarga Lutz pindah, Ronald DeFeo, Jr., pemilik sebelumnya, telah menembak mati enam anggota keluarganya di rumah itu. Setelah 28 hari keluarga Lutz tinggal dirumah itu, mereka mulai merasakan hal-hal aneh dengan rumah tersebut.

Bagian ini berdasarkan buku yang ditulis oleh Jay Anson, 1977, The Amityville Horror – A True Story.

Jay Anson (1921-1980), adalah penulis The Amityville Horror

Rumah bernomor 112 di Ocean Avenue telah kosong selama 13 bulan setelah DeFeo membunuh anggota keluarganya, hingga pada Desember 1975 keluarga Lutz membeli rumah tersebut seharga $80.000. Rumah yang memiliki enam kamar tidur ini dibangun dengan gaya kolonial Belanda, dan memiliki atap yang melengkung. Rumah ini dilengkapi dengan kolam renang dan sebuah rumah tempat penyimpanan kapal. George dan Kathy telah menikah pada bulan Juli 1975 dan mempunyai rumah mereka sendiri, namun ingin memulai kembali dengan memiliki rumah baru. Kathy mempunyai tiga anak dari pernikahan sebelumnya, Daniel (9), Christopher (7), dan Melissa alias Missy (5). Mereka juga memiliki seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry. Selama pengecekkan mereka saat akan membeli rumah tersebut, oleh agen mereka telah diberitahukan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh DeFeo, namun mereka menganggap hal itu bukanlah masalah.

Keluarga Lutz pindah kerumah tersebut pada 18 Desember 1975. Sebagian besar mebel dari keluarga DeFeo masih ada, karena semuanya termasuk dalam kesepakatan jual beli. Seorang teman George Lutz telah mempelajari tentang masa lalu sejarah rumah tersebut, dan mendesak agar mereka melakukan pemberkatan. Namun mereka tidak mengerti cara-caranya. George mengenal seorang Pendeta Katolik yang bernama Bapa Ray, dan ia bersedia untuk melakukan pemberkatan. (Dalam buku Anson disebutkan nama Pendeta tersebut adalah Bapa Mancuso. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi Pendeta tersebut, nama aslinya adalah Bapa Ralph J. Pecoraro).

Bapa Mancuso adalah seorang pengacara, imam Katolik, dan seorang psikoterapi yang tinggal di Sacred Heart Rectory. Ia tiba untuk melaksanakan berkat pada sore hari tanggal 18 Desember 1975 disaat George dan Kathy sedang membongkar barang-barang mereka. Ketika ia mengibaskan air suci yang pertama dan mulai untuk berdoa, ia mendengar suara dengan jelas yang mengatakan”Keluar!” – “Get out!”. Disaat meninggalkan rumah tersebut, ia tidak menceritakan kejadian itu kepada George maupun Kathy. Pada 24 Desember 1975, Bapa Mancuso menelepon George Lutz dan menasihatkan agar dia tidak menggunakan ruang dimana ia telah mendengar suara yang aneh tersebut. Ruang ini adalah ruangan yang direncanakan Kathy digunakan sebagai ruang jahit, dan tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes Matthew DeFeo. Percakapan telepon terputus secara tiba-tiba, dan kunjungan berikutnya ke rumah tersebut mengakibatkan Bapa Mancuso menderita demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda yang mirip dengan tanda stigmata.

Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka. Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing-masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang berbeda”.

Baca lebih lanjut